PENDAHULUAN
Vitamin C merupakan senyawa yang sangat larut dalam air, mempunyai sifat asam dan sifat pereduksi yang sangat kuat. Sifat-sifat tersebut terutama disebabkan adanya struktur enadiol yang berkonjugasi dengan gugus karbonil dalam cincin laktan (Radinal dkk, 2008). Bentuk vitamin C yang ada di alam adalah asam askorbat. Asam askorbat memiliki 6 ikatan karbon, mempunyai struktur yang mirip dengan monosakarida. Orang yang pertama kali mengisolasinya adalah Szent-Gyorgi seorang ilmuan kebangsaan Hungaria. Kemudian struktur vitamin C ditentukan olah Haworth pada tahun 1993. Struktur vitamin C dapat dilihat sebagai berikut :
![]() |
Gambar 1. Struktur vitamin C
Analisa dengan cara titrasi redoks telah banyak dimanfaatkan, seperti dalam analisis vitamin C (asam askorbat). Dalam analisis ini teknil iodimetri dipergunakan. Pertama-tama sampel ditimbang seberat 400 mg kemudian dilarutkan kedalam air yang sudah terbebas dari gas karbondioksida (CO2), selanjutnya larutan ini diasamkan dengan penambahan asam sulfat encer sebanyak 10 mL. Titrasi dengan iodine, untuk mengetahui titik akhir titrasi gunakan larutan kanji atau amilosa (Zulfikar, 2008).
Vitamin C (asam askorbat) merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan oleh manusia. Kekurangan vitanin C telah dikenal sebagai penyakit sariawan dengan gejala seperti gusi berdarah, sakit lidah, nyeri otot dan sendi, berat badan berkurang, lesu dan lain-lain (Lopedes, 1977). Vitamin C mempunyai peranan penting bagi tubuh manusia seperti dalam sintetis kolagen, pembentukan cartinitine terlibat dalam pembentukan metabolisme kolestrol menjadi asam empedu dan juga berperan dalam pembentukan neurotransmiter dan norepinefrin.
Vitamin C mempunyai sifat sebagai antioksidan yang dapat melindungi moleku-molekul yang diperlukan oleh tubuh seperti lipid, protein, karbohidrat dan asam nukleat dari kerusakan oleh radikal bebas dan reaktif oksigen (Higdon, 2004). Vitamin C juga dibutuhkan untuk memelihara kehamilan, mengatur kontrol kapiler darah secara memadai, mencegah hemoroid, dan mengurangi resiko diabetes (Sardi, 2004).
TUJUAN
Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui jumlah kandungan vitamin c pada tablet vitamin c dan sari buah jeruk dengan cara tetrimetri.
ALAT DAN BAHAN
Praktikum dilakukan di laboratorium biokimia pada hari Senin tanggal 28 November 2011 pukul 13.00-16.00 WIB.
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu tabung erlenmeyer,alat titrasi, pipet tetes, pipet volumetrik, dan gelas piala. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini berupa vitamin c tablet, sari buah jeruk,akuades dingin, larutan H2SO4 2N, iod 0,1 N, tiosulfat 0,1 N dan larutan pati.
PROSEDUR PERCOBAAN
Pada percobaan pertama dalam penentuan vitamin C dibuat larutan blanko (tanpa contoh) terlebih dahulu. Mula-mula 10 ml aquades dimasukkan kedalam erlenmeyer, kemudian ditambahkan 3ml H2SO4 2N dan 10 ml larutan iod 0,1 N. Selanjutnya dilakukan pemitaran dengan larutan tiosulfat 0,1N dan gunakan pati sebagai indikator. Pada percobaan kedua yaitu penentuan vitamin C dalam tablet, mula-mula disiapkan tabung enlemeyer, kemudian kedalamnya dimasukkan 10 ml aquades dingin, lalu 50 mg contoh (tablet vitamin C) dilarutkan di dalamnya. Kemudian ditambahkan 3 ml H2SO4 2N dan ditambahkan pula 10 ml larutan iod 0,1N, selanjutnya dilakukan penitaran dengan larutan tiosulfat 0,1N. Sebagai indikator digunakan larutan pati.
Pada percobaan ketiga, yaitu penentuan vitamin C dalam buah, mula-mula 5 ml air perasan jeruk dimasukkan ke dalam enlemeyer, lalu ditambahkan 5ml H2S4 2N dan 10 ml larutan iod 0,1N. Selanjutnya dilakukan penitaran dengan larutan tiosulfat 0,1N. Terkhir dari ketiga percobaan dibandingkan dan diperhatikan perubahan warna yang terjadi.
HASIL PENGAMATAN
Tabel 1.Hasil penentuan kadar vitamin c dalam tablet
| Larutan | Volume tiosulfat (ml) | Volume terkoreksi (ml) | Kadar vitamin C (ml) | ||
| Awal | Akhir | Terpakai | |||
| Blanko | 29.1 | 38.5 | 9.4 | 0 | 0 |
| Sampel 1 | 32.9 | 38.1 | 5.2 | 4.2 | 33.936 |
| Sampel 2 | 20 | 25 | 5 | 4.4 | 35.552 |
| Sampel 3 | 12.5 | 20 | 7.5 | 1.9 | 15.352 |
|
|
|
|
|
Gambar 1. Hasil titrasi pada blanko; a.warna awal blanko, b.setelah ditambah iod, c.saat dititrasi pertama, d.setelah ditambah pati, e.setelah sititrasi kedua.
|
|
|
|
Gambar 2. Hasil titrasi pada tablet vitamin c; a.warna larutan tablet vit.c sebelum ditambah iod, b.setelah ditambah iod, c.saat dititrasi pertama dan ditambah pati, d.setelah dititrasi kedua
Tabel 2.Hasil penentuan kadar vitamin C dalam sari buah
| Larutan | Volume tiosulfat (ml) | Volume terkoreksi (ml) | Kadar vitamin C (ml) | ||
| Awal | Akhir | Terpakai | |||
| Sampel 1 | 22.7 | 29.1 | 6.4 | 3 | 24.24 |
| Sampel 2 | 17.2 | 22.7 | 5.5 | 3.9 | 31.512 |
| Sampel 3 | 32.4 | 37.2 | 4.8 | 4.6 | 37.168 |
|
|
|
|
|
Gambar 3. Hasil titrasi pada sari buah jeruk ; a.warna sari buah jeruk, b.setelah ditambahkan iod, c.saat dititrasi pertama, d.setelah ditambahkan larutan pati, dan e.setelah dititrasi kedua.
Indikator :
Eitran :
Reaksi : C6H8O6 + I2 → 2HI + C6H6O6
I2 + 2S2O32- → S4O62- + 2I-
Perhitungan:
Pada Blanko
Volume terpakai : v. akhir – v. awal = 38,5 – 29,1 = 9,4 ml
Pada Sari buah vit.C
Volume terpakai : v. akhir – v. awal = 29,1 – 22,7 = 6,4 ml
Volume terkoreksi : v. blanko – v. terpakai = 9,4 – 6,4 = 3 ml
Volume terkoreksi rerata : 3 + 3,9 + 4,6 = 3,83 ml
3
Kadar vitamin C : vol. terkoreksi × 8,08 mg/ml = 3,83 × 8,08
= 30,97 mg
Tablet vit.C
Volume terpakai : v. akhir – v. awal = 38,1 – 32,9 = 5,2 ml
Volume terkoreksi : v. blanko – v. terpakai = 9,4 – 5,2 = 4,2 ml
Volume terkoreksi rerata : 4,2 + 4,4 + 1,9 = 3,5 ml
3
Kadar vitamin C : vol. terkoreksi × 8,08 mg/ml = 3,5 × 8,08
= 28,28 mg
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil percobaan, warna yang diperoleh adalah cokelat kehitaman, kemudian dititrasi sehingga menghasilkan warna orange/kuning muda. Penambahan pati membuat larutan dalam erlenmeyer berwarna hijau kehitaman (pekat). Penitrasian kembali menimbulkan warna putih keruh sesuai dengan larutan indikasinya, yaitu pati. Pada percobaan tersebut menunjukkan bahwa vitamin C pada sari buah lebih banyak dari kadar vitamin C pada tablet yaitu berjumlah 30,97 mg dengan 28,28 mg. Hasil percobaan menunjukkan kadar vitamin C sari buah sebesar 30,97 mg. Sari buah yang digunakan memiliki kandungan vitamin Csebesar 1000 mg. Adanya penurunan konsentrasi ini disebabkan oleh adanya pengenceran beberapa kali sebelum sari buah digunakan sampai 2 mg/ml. Kesalahan lain yang dapat terjadi selama percobaan adalah tidak murninya sampel yang digunakan. Secara umum, vitamin C sebaiknya dikonsumsi sebanyak 75 ± 2000 mg/hari (Girindra 1988). Seharusnya adalah kadar vitamin C dalam tablet ternyata lebih besar dibanding dengan sari buah. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh pembuatan tablet vitamin C yang dilakukan secara sintetis sehingga dilakukan optimalisasi kandungan vitamin C. Selain itu, bahan kimia yang ditambahkan selama reaksi akan membuat kandungan vitamin C lebih besar dibanding yang ada di alam (sari buah).Perbedaan ulangan yang dilakukan pada percobaan baik pada tablet ataupun padasari buah dapat diakibatkan adanya galat yang mempengaruhi hasil percobaan (Girindra 1988).
Prinsip percobaan titrimetrinya seperti di bawah ini
H2SO4
Percobaan ini merupakan penerapan dari titrasi iodometri (titrasi berdasarkan redoks) dengan I2 sebagai titran. Titrasi ini menyangkut reaksi I2 + 2 e 2 I- (Harjadi 1990). Iod merupakan oksidator yang tidak terlalu kuat, sehingga hanya zat-zat yang merupakan reduktor yang cukup kuat yang dapat dititrasi. Sehingga penerapannya tidak terlalu luas, salah satu penerapan titrasi dengan metode iodimetri adalah pada penentuan bilangan iod minyak dan lemak juga vitamin C. Terdapat perbedaan dalam iodometri langsung dan iodometri tidak langsung. Harjadi (1986) menyatakan bahwa pada iodometri langsung digunakananalat sebagai titran atau titrat sedangkan pada iodometri tidak langsung analattidak langsung terlibat dalam tahap titrasi. Percobaan ini menggunakan metodeiodometri tidak langsung dengan tiosulfat sebagai titran. Hal yang perludiperhatikan dalam melakukan metode ini yakni titran yang digunakan perludistandardisasi, sumber kesalahan titrasi dapat diakibatkan adanya kesalahanoksigen, pH terlalu tinggi, dan pemberian indikator pati yang terlalu cepat.Larutan tiosulfat mudah dipengaruhi oleh pH rendah, sinar matahari, serta bakteriyang dapat menggunakan sulfur sebagai sumber energi (Harjadi 1986)
Penentuan kadar vitamin C dalam percobaan ini dilakukan dengan metode titrimetri. Dalam hal ini, yang menjadi titran adalah vitamin C dan titratnya adalah tiosulfat. Fungsi ditambahkannya H2SO4 adalah sebagai katalisator, reaksi antara vitamin C dan tiosulfat akan terjadi jika dalam suasana asam, H2SO4 merupakan asam, sehingga diperlukan sebagai suasana agar terjadi reaksi.
Vitamin C berperan dalam pembentukan dan penjagaan kolagen, mengurangi kemampatan tenggorokan dan hambatan pernafasan, sebagai anti oksidan, pencegah katarak, membantu pengaturan kadar gula darah, menigkatkan penyerapan dan penggunaan Fe.
Fungsi larutan blanko pada dasar nya untuk tujuan kalibrasi sebagai larutan pembanding dalam analisis sebuah pengujian, yaitu sebagai pembanding antara larutan blanko dengan sari buah vitamin C serta Tablet vitamin C.
KESIMPULAN
Berdasarkan ketiga percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan kadar viamin C dalam sari buah lebih tinggi dari pada kadar vitamin C yang berasal dari tablet. Percobaan ini termasuk gagal karena kadar vitamin pada sari buah lebih besar dari pada dalam kadar vitamin pada tablet.
Dwidjoseputro, D.Prof. Dr. 1991. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Girindra A. 1988.Penuntun Praktikum Biokimia. Bogor: IPB Press
Harjadi, W. 1986. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta: Gramedia.
Hidgon, J. Vitamin C. Linus Pauling Institut, Oregon State University, Oregon : 2004.
Lapedes, DN. Encyclopedia of Food Agricultureand and Nutrition, 4th edition, Mc. Graw-Hill. Philippines : 1977.
Lehninger, A.L. 1982. Principles of Biochemistry (alih bahasa Dr. Ir. Maggy Thenawidjaya. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Erlangga.
Montgomery, R. R. L Cornay T.W, Spector,A.A. Biokimia Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Orlando. 1998. The Vitamins, Fundamental aspects in nutrition and health, ed 2. combs GF: Academic press.
Sardi, B. Premature Birth, Lift Long Developmental Problems, Linked to Low Vitamin Clevel During Pregnancy. Knowledge of Health, Inc.2004.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar